INCAR GEDUNG PUTIH: Marco Rubio menggendong anaknya, Anthony, bersama Jeanette, istrinya, di Miami. (Wilfredo Lee/AP)
MIAMI – Satu lagi politikus Partai Republik yang memutuskan untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2016. Senin waktu setempat (13/4), senator Marco Rubio mendeklarasikan ambisinya menjadi kepala pemerintahan Negeri Paman Sam. Dia resmi menantang dua seniornya, Ted Cruz dan Rand Paul.
’’Saya sudah mendengar beberapa saran agar saya mengurungkan niat saya dan menunggu giliran. Tapi, saya tidak bisa melakukan itu karena identitas kita sebagai bangsa dipertaruhkan saat ini,’’ kata politikus 43 tahun tersebut di hadapan para pendukungnya di Kota Miami, Miame-Dade County, Negara Bagian Florida. Dia optimistis mampu mendatangkan perubahan bagi AS jika kelak menjadi presiden.
Sebagai senator, Rubio sebenarnya terbilang hijau. Dia baru menjadi anggota Senat AS pada Januari 2011. Sebelumnya, pria kelahiran Miami itu menjabat ketua dewan perwakilan rakyat tingkat negara bagian di Florida. Kendati demikian, putra imigran asal Kuba tersebut menyatakan mantap melenggang ke kursi penguasa Gedung Putih. Dia menyebut keputusannya itu sebagai pilihan generasi.
’’Rakyat Amerika punya kesempatan untuk menciptakan babak paling gemilang di sepanjang sejarah negara ini. Kita tidak mungkin melakukan semua itu dengan kembali ke era para pemimpin dan ideologi masa lalu,’’ ungkap Rubio. Maka, dia mengimbau kepada seluruh rakyat AS agar menjadi agen perubahan. Yakni, menempatkan orang-orang baru dalam pemerintahan supaya lahir kebijakan-kebijakan baru.
Selama ini, menurut Rubio, AS tertahan pada abad ke-20. Dia menganggap seluruh aktivitas pemerintahan dan politik terhenti di era tersebut. ’’Sudah tiba waktunya bagi generasi kita untuk tampil sebagai pemimpin demi era baru Amerika,’’ tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, dia juga sempat menyindir Partai Demokrat yang melahirkan kandidat dari masa lalu. Kandidat yang dimaksud adalah Hillary Rodham Clinton.
Jika dibandingkan dengan Demokrat, Republik memang lebih mampu melahirkan kandidat-kandidat calon presiden (capres) yang lebih fresh. Sejauh ini, tiga kandidat capres Republik adalah wajah baru. Meski tidak sehijau Rubio, Cruz dan Paul adalah politisi yang relatif muda. Cruz dan Paul yang berusia masing-masing 44 tahun dan 52 tahun jelas lebih muda ketimbang Hillary yang berumur 67 tahun. (AP/AFP/hep/c19/dos)