Monday, 23 May 2016

Tiga Ayam Petelur

Tiga Ayam Petelur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Suatu hari tiga telur menetas bersamaan dalam rimbun jerami tua di pesawahan desa. Anak-anak ayam itu terlihat begitu cantik dengan bulu kuning halusnya. Tak lama kemudian pak tani pemilik sawah menemukan mereka dan memeliharanya hingga mereka tumbuh besar menjadi ayam-ayam betina yang sehat dan kuat.

Tibalah saat mereka untuk mulai bertelur. Pak tani mulai menyiapkan tempat khusus dan nyaman untuk ayam-ayamnya dan seperti yang diharapkan, ayam-ayampun bertelur.

Ayam pertama saat mulai bertelur, begitu gembira terutama melihat pak tani tersenyum pada telurnya. Namun disayangkan si ayam mulai merasa dimanfaatkan pak tani ketika telur diambil dari kandang. Iapun mogok bertelur.

Pak tani lalu memberikan berbagai macam vitamin dan pakan kesukaan si ayam. Ayam pun mulai bertelur kembali meski sering tersendat-sendat. Pada akhirnya pak tani memutuskan untuk memotong ayam pertama karena ongkos pakan yang lebih tinggi daripada telur yang dihasilkan.

Ayam kedua saat bertelur juga merasa bahagia melihat pak tani tersenyum. Ia merasa jika bertelur, ia menjadi begitu me
... baca selengkapnya di Tiga Ayam Petelur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Suara Sang Kertas

Suara Sang Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku putih, tapi aku juga bisa coklat, bisa juga kuning, hijau dan pink. Tapi mereka menyukai aku bebewarna putih. katanya, putih itu terlihat bersih dan terlihat mahal. padahal, semua warna itu indah. Semua warna mempunyai kecantikan masing-masing.

Kemarin, aku mendapat sebuah cerita yang lucu sekali. cerita itu benar-benar bagus menurutku. tentang perjalanan kisah cinta antara dua remaja, tapi kali ini diuraikan lewat kata-kata atau kalimat-kalimat yang sangat ringan dan penuh humor, sehingga menjadikan cerita itu termasuk dalam kategori romantika comedy.
Di dalam cerita itu dikatakan bahwa ada sepasang kekasih akhirnya harus berpisah untuk waktu yang cukup lama karena sang lelaki mendapat kenyataan kalau dirinya mengidap penyakit CANCER. dia harus dibawa ke luar negri untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi disana.

Aku sempat berfikir, karena dia harus di bawa keluar negri? Apakah disana tidak ada anak bangsa yang berhasil lulusan fakultas kedokteran Dan menyandang gelar dokter? Aku sering mendengar banyak sekali orang-orang pergi keluar negeri hanya untuk general check up berobat disana, Sepertinya mereka lebih percaya kepada tenaga medis si luar negeri daripada tenaga medis di Indonesia. kenapa begitu ya?

Tadi malam kantuk cepat sekali menghampiri tua
... baca selengkapnya di Suara Sang Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sunday, 22 May 2016

MENDOMINASI ....DALAM POLLING...ITULAH DONALD TRUMP

31

Polling Terbaru: Hillary dan Sanders Sama Kuat, Donald Trump Mendominasi


Polling Terbaru: Hillary dan Sanders Sama Kuat, Donald Trump MendominasiIlustrasi (detikcom/Andhika Akbarayansyah)
Washington - Menurut polling terbaru, kandidat Partai Demokrat Hillary Clinton dan Bernie Sanders saat ini sama kuat menjelang pemilihan presiden di Amerika Serikat. Sedangkan kandidat Partai Republik Donald Trump saat ini masih mengungguli para pesaingnya.

Dalam polling terbaru Reuters/Ipsos seperti dilansir Press TV, Rabu (13/4/2016), Hillary maupun Sanders sama-sama meraup 48 persen suara secara nasional menjelang pemilihan umum AS yang akan digelar November mendatang. Polling itu dilakukan terhadap 719 pemilih Demokrat dengan periode waktu 8-12 April.
Hillary Clinton (REUTERS/Aaron Josefczyk)


Sedangkan Survei McClatchy-Marist yang dirilis pekan lalu, menyebut Sanders yang menjabat Senator Vermont mengungguli Hillary yang mantan Menteri Luar Negeri AS. Kedua kandidat Partai Demokrat itu selalu memiliki selisih relatif tipis selama 2 bulan terakhir dalam pemilihan awal AS.

Selama 2 bulan itu, Hillary selalu unggul atas Sanders dalam jumlah perolehan delegate. Delegate merupakan perwakilan partai yang mewakili setiap negara bagian dalam pemilihan awal AS. Setidaknya dibutuhkan 1.237 delegate (dari total 2.472 delegate) untuk memenangi pencapresan Partai Republik dan 2.838 delegate (dari total 2.765 delegate) untuk Partai Demokrat.

Baca juga: Donald Trump dan Hillary Clinton Kompak Kalah di Wisconsin

Pemilihan awal selanjutnya akan digelar di New York pada 19 April mendatang. Di wilayah itu, Hillary pernah menjadi Senator berpengaruh sedangkan Sanders dilahirkan di negara bagian itu.

Untuk Partai Republik, polling terbaru lainnya menunjukkan Trump masih akan mengungguli para pesaingnya, Senator Texas Ted Cruz dan Gubernur Ohio John Kasich.
Bernie Sanders (REUTERS/Shannon Stapleton)


Menurut survei Public Policy Polling, Trump yang lahir di New York itu meraup 51 persen suara, jauh mengungguli Kasich dengan 25 persen suara dan Cruz dengan 20 persen suara.

Sementara itu, sebanyak 65 persen pemilih Partai Republik menyatakan mendukung Trump, sedangkan 41 persen mendukung Kasich dan 35 persen mendukung Cruz. Trump memimpin di kalangan pemilih sangat konservatif, moderat, juga para pemilih pria dan wanita, pemilih paruh baya dan pemilih muda.


(nvc/ita)

GALANG DANA UNTUK MENANG....ITYULAH AMERIKA

31Trump Galang Rp13 Triliun untuk Kalahkan Clinton
Oleh : | Jumat, 6 Mei 2016 | 06:06 WIB
Trump Galang Rp13 Triliun untuk Kalahkan Clinton
Donald Trump - (Foto: istimewa)
facebook twitter   
INILAHCOM, New York - Donald Trump yang hampir pasti menjadi calon presiden AS dari Partai Republik berjanji untuk bekerjasama dengan Komite Nasional Republik guna menggalang dana kampanye sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp13,3 triliun.
Dana tersebut ditujukan sebagai modal untuk mengalahkan Hillary Clinton yang kemungkinan besar menjadi calon presiden AS dari Partai Demokrat, pada Pemilu Presiden 8 November tahun ini.
"Kami akan mencoba dan menggalang dana sekitarUS$1 miliar yang menjadi keharusan," kata Trump seperti dikutip Reuters.
"Demokrat mungkin akan menggalang dana sampai sebesar US$2 miliar," sambung Trump dalam wawancara dengan NBC Nightly News. [tar]
- See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2293463/trump-galang-rp13-triliun-untuk-kalahkan-clinton#sthash.ocXK8qls.dpuf

KEDUA CAPRES ...SAMA SAMA TERJUNGKAL


Donald Trump dan Hillary Clinton Kalah di Wisconsin

Sonya Michaella    •    06 April 2016 09:34 WIB
pemilu as
Donald Trump dan Hillary Clinton Kalah di Wisconsin
Calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump ketika berada di Wisconsin (Foto: AFP)
Metrotvnews.com, Wisconsin: Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump kalah dalam primer di Wisconsin, AS. Sebaliknya, primer ini dimenangkan oleh rivalnya, Ted Cruz.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/4/2016), kemenangan Cruz dianggap sebagai sebuah terobosan baru bagi Partai Republik dan dianggap bisa memblokir jalannya Trump menuju tangga presiden AS.
Trump yang sebelumnya yakin akan memenangkan primer di Wisconsin harus menelan kekalahan. Trump juga sempat melontarkan komentarnya terkait wanita yang melakukan aborsi dan hal membuat warga AS marah.

Sementara itu, calon presiden AS dari Partai Demokrat, Bernie Sanders juga menyambar kemenangan di primer Wisconsin, mengalahkan lawannya, Hillary Clinton.

Cruz memimpin dengan 49 suara mengalahkan Trump yang hanya mencapai 35 persen suara. Sedangkan untuk Sanders, ia memimpin dengan 57 persen suara, sedangkan Clinton hanya mendapat 43 persen suara.

Trump memang mengalami kesulitan pada primer Wisconsin ini, karena ia sempat melontarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial lagi. Belum lagi, ia sempat dilaporkan oleh tiga warga AS terkait beberapa kampanyenya yang menimbulkan kericuhan.



(WIL)

Saturday, 21 May 2016

Bodoh

Bodoh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sebuah cerita menelusup masuk ke BBM (Blackberry Mesenger) saya. Cerita lama yang berulang kali saya peroleh dari sejumlah kawan. Namun, ini kali ingin saya olah menjadi tulisan.

Disebutkan, seorang pria Tionghoa pergi ke suatu bank di New York City dan berniat untuk meminjam uang sebesar US$ 5.000. Uang itu akan digunakan untuk perjalanan bisnis ke China selama dua minggu.

Bankir yang melayani pria tersebut mengatakan bahwa bank membutuhkan suatu jaminan untuk pinjaman tersebut. Pria Tionghoa itu setuju. Ia menawarkan mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank sebagai jaminan atas pinjamannya.

Bankir setuju menggunakannya sebagai jaminan. Setelah pria Tionghoa tersebut pergi, sang bankir dan pegawai-pegawai bank tersebut menertawainya. Mereka menganggap pria Tionghoa itu bodoh. Siapa yang tidak bodoh, jika menggunakan mobil Ferrari baru seharga US$ 250.000 sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar US$ 5.000 saja.

Seorang petugas kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam underground garage milik bank tersebut. Dua minggu kemudian, pria Tionghoa tersebut kembali. Segera ia membayar utang sebesar US$ 5.000 ditambah bunganya sebesar US$ 15.41.

Pegawai bank berkata, “Tuan, kami sangat senang bisa berbisnis dengan anda, dan transaksi ini berjalan dengan lancar. Tetapi terus terang saja, kami
... baca selengkapnya di Bodoh Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tuesday, 17 May 2016

REALITAS YANG TAK TERBENDUNG

Anggota Partai Republik Sulit Hadapi Realitas Pencalonan Trump

Meski ada seruan untuk bersatu oleh kandidat capres, para analis melihat perpecahan di dalam partai tak terhindarkan menjelang dan sesudah pemilu November.
Kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump, didampingi istrinya Melania (kanan), dalam pesta kemenangan di Trump Tower, New York (3/5). (Reuters/Lucas Jackson)
Kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump, didampingi istrinya Melania (kanan), dalam pesta kemenangan di Trump Tower, New York (3/5). (Reuters/Lucas Jackson)

Pertarungan panjang untuk nominasi calon presiden Partai Republik telah usai, menetapkan Donald Trump sebagai pemimpin baru. 
Reaksi para pendukung Partai Republik di seluruh negeri bercampur antara tidak percaya, marah dan menerima dengan menggerutu pada hari Rabu (4/5). Hal ini memperlihatkan sebuah partai yang mungkin memiliki pemimpin baru tapi masa depan mereka tidak jelas sampai setelah pemilihan umum November ini.  
Tanda-tanda pertama partai ini tidak akan langsung bersatu di belakang Trump sebagai kandidat muncul Selasa malam, ketika Senator Texas, Ted Cruz, mundur dari kompetisi menyusul kekalahan telak dari Trump dalam pemilihan pendahuluan di Indiana.
Sejumlah blogger konervatif dan pengurus partai, termasuk asisten John McCain, Mark Salter, banyak di antaranya termasuk bagian dari gerakan gagal Never Trump (Tidak akan Pernah Dukung Trump), beralih ke media sosial untuk secara terbuka mengatakan mereka tidak akan mendukung Trump. Beberapa bahkan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan berjanji memilih kandidat calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dengan menggunakan tagar #ImWithHer.
Clinton, tokoh yang memecah belah dan menjadi sasaran kecaman pihak konservatif selama 20 tahun terakhir, adalah tokoh yang mustahil menarik dukungan Republik.
“Hal ini meletakkan pada perspektif betapa putus asa dan marah serta jijiknya banyak elemen Partai Republik dengan Trump," ujar John Hudak, peneliti senior dari Brookings Institution.
“Kita ingin membawa persatuan untuk Partai Republik. Kita harus bersatu. Akan jauh lebih mudah jika kita bersatu," ujar  Trump dalam pidato kemenangannya Selasa (3/5).
Pilihan antara Trump dan Clinton dapat menjauhkan banyak pemilih lama konservatif dan juga pemilih independen, menurut Hudak.
"Apa yang terjadi ketika para pendukung Republik di negara-negara bagian mulai memilih Demokrat? Mungkin Clinton tidak akan menang di negara-negara bagian tersebut namun para anggota Repubilik akan harus menghabiskan lebih banyak uang di sana dan itu cara cepat menang pemilu," ujarnya.
Pilihan untuk kaum Republik yang mapan dan senior mungkin memilih Trump untuk mempersatukan partai tapi tidak mendukung ide-ide Trump dan visinya secara terbuka. [hd/dw]

WALAU YANG LAIN MENENTANG...KAFILAH TETAP BERLALU

Analis: Sepertiga Partai Republik Akan Menentang Trump

Bukannya mencoba mempersatukan partai Republik yang terpecah, ia malah menyerang politisi Republik, aktivis konservatif, dan juga pesaingnya dari partai Demokrat Hillary Clinton.
Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump berbicara dalam kampanye di Spokane, Washington (7/5). (AP/Ted S. Warren)
Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump berbicara dalam kampanye di Spokane, Washington (7/5). (AP/Ted S. Warren)
Donald Trump meluncurkan sebuah kampanye pemilihan umum setelah berhasil meraih cukup suara untuk jadi kandidat presiden dari Partai Republik.
Trump melakukan berbagai serangan di media, dan bukannya mencoba mempersatukan partai Republik yang terpecah, ia malah menyerang politisi Republik, aktivis konservatif, dan juga pesaingnya dari partai Demokrat Hillary Clinton.
“Saya akan memenangkan pemilihan melawan Hillary yang licik itu meskipun orang Partai Republik menentang saya!” demikian pesan Twitter Trump pada Senin pagi (9/5).
Pemilihan umum masih enam bulan lagi, dan Partai Republik terpecah antara pendukung Trump dan tokoh partai Republik yang tradisional.
Analis politik James Gimpel dari University of Maryland meramalkan, paling sedikit sepertiga dari partai Republik akan menentang Trump dalam bulan-bulan mendatang. Katanya, lawan-lawan Trump akan mencalonkan kandidat mereka sendiri, atau tidak memberi suara dalam pemilihan umum mendatang.
Sebuah hambatan untuk mempersatukan partai Republik adalah keputusan ketua DPR Paul Ryan dan pejabat partai Republik lainnya untuk tidak mendukung Trump.
“Ini mencerminkan sikap dari banyak pejabat Republik, mereka tidak tahu apa sebenarnya yang hendak diperjuangkan Trump,” kata Gimpel.
Juga kecenderungan Trump untuk plin-plan dalam berbagai isu seperti pajak tidak membantu mempersatukan partai, kata Gimpel.
“Hal ini menyebabkan pejabat Republik bertanya-tanya seperti apa sebuah pemerintahan yang dipimpin Trump nantinya.” [jm]

KENYATAAN RAKYAT INGIN TRUMP MEWAKILI PARTAINYA

Senator Republik Hadapi Kenyataan Trump adalah Kandidat Partai

Trump akan bertemu dengan anggota Kongres dari partai Republik, dan berhadap-hadapan dengan beberapa yang mengungkapkan keragu-raguan dan bahkan menentang dirinya.
pemimpin mayoritas di Senat, Mitch McConnell di Capitol Hill di Washington (22/2).
pemimpin mayoritas di Senat, Mitch McConnell di Capitol Hill di Washington (22/2).
Pihak Republik di Senat Amerika tampaknya dihadapkan pada kenyataan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan: bahwa si mulut besar Donald Trump, pebisnis New York itu, sekarang adalah kandidat partai mereka.
“Dia memenangkan nominasi dengan cara yang benar, dia meraih lebih banyak suara dari yang lainnya,” kata pemimpin mayoritas di Senat, Mitch McConnell Selasa, setelah berbulan-bulan menolak untuk memberi komentar atas kontes kepresidenan ini.
“Kami menghormati suara dari pemilih pendahuluan partai Republik di seluruh negara.”
Trump akan bertemu dengan anggota Kongres dari partai Republik pada Kamis (12/5), dan berhadap-hadapan dengan beberapa yang mengungkapkan keragu-raguan dan bahkan menentang dirinya.
“Kami akan melakukan pertemuan untuk membahas cara untuk melangkah maju. Kami sadar bahwa alternatifnya adalah seperti delapan tahun terakhir… Kami ingin memenangkan Gedung Putih,” kata McConnell. [jm]