CAPRES INDONESIA 2014 & BURSA KEUANGAN DUNIA

Siapa Presiden RI 2014 yad.
Prabowo Subianto
Joko Widodo
Abu Rizal Bakri
Poll Maker

Rabu, 23 April 2014

NASIB MONORAIL...AKAN BAGAIMANA?...AKAN MENJADI PERTARUNGAN POLITIS ...DI ERA PENCAPRESAN 2014

Proyek Monorel Jakarta Terancam Berhenti

Senin, 17 Februari 2014 | 10:13 WIB
KOMPAS
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengancam mencabut izin proyek pembangunan monorel di Jakarta dari PT Jakarta Monorail (JM).
Langkah tersebut bakal dilakukan jika dalam waktu yang telah ditentukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda, PT Jakarta Monorail tidak melanjutkan proyek itu.
Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan bahwa kondisi keuangan PT JM, pihak swasta yang membangun monorel di Jakarta, tengah bermasalah.

Atas dasar itulah, lanjut pria yang akrab disapa Ahok tersebut, hingga kini proyek pembangunan fondasi transportasi massal diketahui terhambat.

"Bappeda sudah buat surat. Kalau dia enggak mampu untuk itu dilanjutkan, kita cabut. Kita batalin," ujar Ahok di Balaikota pada Senin (17/2/2014) pagi.

Ahok menegaskan bahwa ketiadaan visi dari PT JM bukanlah karena kecerobohan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pasalnya, PT JM pada awalnya telah memiliki izin pembangunan monorel, yakni sejak gubernur DKI Jakarta sebelumnya.

Jika pada saat Jokowi-Ahok memimpin, mencabut izinnya begitu saja, PT JM dapat saja melaksanakan gugatan hukum ke pengadilan.

"Sudah kita cek sebelumnya. Hanya kan dia pegang (izin) itu. Kita minta dia lepas, dia enggak mau kasih lepas. Pasti digugat. Maksud saya itu. Kalau kamu enggak bisa, cari yang lain dong. Tapi, dia enggak mau, ya kita mau gimana lagi? Cabut saja," ujarnya.

Ahok curiga, PT JM sedari awal tidak mempunyai keuangan yang memadai. Oleh sebab itu, PT JM sengaja memaksakan pembangunan monorel dengan jaminan bahwa jika suatu saat mengalami kesulitan keuangan, Pemprov DKI Jakarta dapat membantu mengucurkan dana segar demi pembangunan proyek.

Ahok pun menegaskan tidak akan "terperangkap" dalam dugaan skenario tersebut."Enak aja, lu udah bilang bisa, begitu bangkrut, gua mesti beli. Sama aja, mendingan gua tender. Itu mah ada niat dia mau jadi kontraktor doang. Kita enggak bakal mau," ujarnya.

"Kalau lu mau bangun, lu pakai lahan gua, oke gua kasih. Tapi, kalau ada ada jaminan kalau lu bangkrut gua bayar dan mesti ambil kerjaan lu, gua dengan tegas bakal tolak," lanjut Ahok.

Ahok menceritakan, kondisi yang sama terjadi pada proyek deep tunnel. Ada satu perusahaan yang bersedia membangun proyek itu.

Namun, mereka meminta jaminan berupa uang dari Pemprov DKI Jakarta untuk pembiayaan konsultasi ke Belanda sekaligus mendapat jaminan bahwa jika proyek terhenti karena kesulitan uang, Pemprov DKI dapat mengucurkan dana segar.

Kini, lanjut Ahok, pihaknya menunggu kepastian dari pihak PT JM terlebih dahulu, apakah proyek itu bisa dilanjutkan atau tidak. Jika dalam waktu yang ditargetkan Bappeda, PT JM tidak bisa memenuhinya, Ahok terpaksa mencabut izin tersebut.

Sebelumnya diberitakan, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin mempertanyakan tahap kelanjutan proyek pembangunan monorel. Menurutnya, tak ada perkembangan berarti dari layanan transportasi massal yang direncanakan akan mulai beroperasi pada 2018 itu.

"Ini komplain dari kita, dewan sudah panggil dua kali tahun lalu manajemennya, tapi mereka enggak pernah hadir. Monorel enggak kayak MRT yang jelas gitu kelihatan progresnya," kata Selamat saat dihubungi wartawan beberapa waktu yang lalu.

Direktur Utama PT JM John Aryananda sempat datang ke Balaikota, beberapa waktu lalu. Namun, John enggan memberi tahu apa maksud kedatangannya itu. John juga tidak mau ditanya lebih lanjut soal kelanjutan proyek monorel.

"No comment, no comment. Kalian sudah memberitakan kami yang jelek terus," ujarnya seraya masuk ke dalam mobilnya.

TANDA TANDA ELECTABILITAS INI AKAN MEROKET PADA BULAN APRIL INI....JIKA MOMENTUMNYA DIPERTAHANKAN...AKAN SEMAKIN MELONJAK DI BURSA CAPRES INDONESIA

Survey Terbaru Capres 2014: Prabowo Melejit


Kamis kemarin (28/2/2013), National Leadership Centre (NLC) mempublikasikan hasil polling Capres 2014. Hasilnya, Prabowo melejit dengan perolehan 35% suara, jauh melampaui capres lain. Polling ini dilakukan oleh NLC yang bekerjasama dengan lembaga survei Taylor Nelson Sofrens (TNS) Indonesia.
Taylor Nelson Sofrens (TNS) adalah lembaga survei berbasis di London, Inggris. Survei dilaksanakan tanggal 14-19 Januari 2013 secara acak pada 2.020 responden di 31 provinsi dengan margin error 4%.
Di polling ini dengan didukung 35 % responden, capres dari partai Gerindra Prabowo Subianto mengungguli Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (20%), Jusuf Kalla dengan dukungan 12% suara atau Aburizal Bakrie (7%).
Melihat hasil polling tersebut, nampaknya mulai terlihat arah aspirasi rakyat Indonesia mulai bisa terbaca bahwa rakyat membutuhkan sosok atau figur pemimpin yang muda, enerjik, gesit, pro rakyat dan TEGAS. Kriteria ini (terutama poin TEGAS) oleh rakyat, sebagaimana hasil polling polling tersebut, diyakini ada pada sosok Prabowo Subianto.
Terlepas dari kontoversi yang yang melingkupinya, sosok Prabowo Subianto memang lumayan ideal untuk menjadi Presiden Indonesia. Hal ini karena kepemimpinan yang ada selama ini yang cenderung lebih fokus berkutat pada mengurusi politik daripada mengurusi rakyat sudah tidak bisa diharapkan.
Terlebih lagi skandal korupsi dan moral yang terus menerus mendominasi isu dan pemberitaan media masa selama ini, menunjukkan bahwa pemerintahan di bawah SBY selama ini gagal membangunkehidupan politik dan bernegara yang dicita-citakan oleh perjuangan reformasi 1998. Dan semakin jauh lagi dari tujuan kemerdekaan dimana negara ini didirikan untuk membangun kesejahteraan rakyat.
Yang terjadi selama ini adalah anomali antara negara dan rakyat sehingga terkesan bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah dan para wakil rakyat di DPR/D tidak nyambung dengan aspirasi rakyat. Sehingga yang terjadi seperti rakyat kemana, pemerintah kemana.
Tahun 2014 adalah tahun strategis untuk bangsa Indonesia: apakah bangsa ini mau terus hidup dalam kebohongan para pemimpin dan politisi dengan cara melanggengkan kekuasaan mereka yang berkuasa saat ini, atau mau sebaliknya yaitu mengambil kembali kedaulatannya dengan cara memilih pemimpin yang tegas, enerjik, pekerja keras dan pro rakyat. Kita buktikan di pemilu 2014.
Berikut adalah tingkat elektabilitas capres saat ini berdasarkan survei NLC dan TNS Indonesia:
  1. Prabowo Subianto: 35 persen
  2. Megawati Soekarnoputri: 20 persen
  3. Jusuf Kalla: 12 persen
  4. Aburizal Bakrie: 7 persen
  5. Wiranto: 4 persen
  6. Sri Sultan HB X: 4 persen
  7. Dahlan Iskan: 4 persen
  8. Hatta Rajasa: 2 persen
  9. Mahfud MD: 2 persen
  10. Ani Yudhoyono: 1 persen
  11. Sri Mulyani: 1 persen

Selasa, 22 April 2014

PELUANG PAN DAN GERINDRA...RELATIF BESAR UNTUK MENANG DI PILPRES...APALAGI JIKA PD...JUGA BERGABUNG DI DALAMNYA

Duet Prabowo Berjasa Final? Hatta: Semua Masih Cair

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Menjelang Pilpres 2014, sudah ada yang memasangkan Ketum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapres bagi capres Gerindra Prabowo Subianto. Hatta membuka peluang untuk merealisasikan duet yang diberi nama Prabowo Berjasa (Prabowo Bersama Hatta Rajasa) itu.

"Biarkanlah itu berkembang, masyarakat kan selalu mencocok-cocokkan Prabowo dengan Hatta, nanti ada Prabowo dengan yang lain. Tapi Chemistry-nya baik semua kok," kata Hatta saat menghadiri acara Penghargaan Tokoh Perubahan yang dihelat Republika di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/4/2014).

Hatta mengatakan dirinya masih membuka komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk dengan Jokowi. Hingga saat ini dia belum membuat keputusan arah koalisi PAN.

"Semua itu cair dan berkembang. Yang saya ingin sampaikan, diperlukan kebersamaan. 10 Partai ini kan tidak terlalu besar perbedaannya," ujarnya.

Hatta mengisyaratkan ingin masuk dalam koalisi yang besar. Dia juga tak suka dengan dikotomi menteri politisi dan menteri profesional.

"Jangan dibedakan antara profesional dan politisi. Politisi itu banyak yang profesional," ujarnya.

Senin, 21 April 2014

EFEK MAS JOKO...BAK SAHAM YANG MUDAH DI GORENG...ASAL JANGAN KELAMAAN MENGGORENGNYA...BISA JADI GOSONG

Ada Fenomena JOKOWI bullist...bak bursa uang di Forex.....tapi sebenarnya apa yang menyebabkan menjadi Bullist.
Toh kenyataannya Jokowi Effect tak terjadi pada Pileg 2014 kemarin...bahkan harapan angka 30% hanya di capai 19%...sangat jauh dari harapan...ataw istilahnya saham mas Joko sedang bearist...artinya menyusut...seiring lemahnya saham mas JOKO dalam mengelola jakarta tidak maksimal.
Pertanyaannya...sekarang...apakah saham efek Mas Joko di Pilpres 2014 yad bertrend bullist atau bearist....Namfrel termasuk yang menyangkal bahwa efek mas Joko dalam pasar bursa Capres yad akan mengalami bullist,pasalnya track recordnya selama memimpin Jakarta kurang cemerlang seperti yang di gembar gemborkan. Saat ini para pembeli saham,yaitu masyarakat sedang menunggu pergerakan saham Mas Joko...apakah nantinya di pasar juga akan melakukan rebound seperti tahun2 lalu...nah persoalannya,saat ini banyak lembaga survey yang ikut menggoreng saham efek mas Joko untuk dinaikkan pamornya untuk bisa buble....saya tidak yakin banyak lembaga survey yg saat ini menjagokan Jokowi...pada bulan Juli nanti akan keluar sebagai pemenang. Pasalnya saat ini entah karena apa...banyak lembaga survey yang latah...mungkin gak kebagian cost politik....mengangkat efek Mas Joko secara berlebihan...nah para calon investor hati hati...pada Pilpres nanti....tentukan pilihan anda sebagai investor yang cerdas....apakah akan membeli efek mas Joko....yang sahamnya sudah banyak di goreng...ataukah akan memilih yg lainnya.


STATEMEN DIATAS...SAMA SAJA MAU NGAJAK BERANTEM....NOTHING TU LOOSE....GOLKAR KOK DILAWAN...PASTI BANYAK AKAL

Jokowi: Kita mau dengan Golkar, tapi tak mau bagi-bagi menteri


Jokowi: Kita mau dengan Golkar, tapi tak mau bagi-bagi menteri
 




Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dikabarkan bertolak ke Bali. Selain menghadiri pernikahan koleganya, Mega juga disebut-sebut akan menemui Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical.

Saat ditanyai soal rumor pertemuan Mega dengan Ical di Bali, Jokowi mengaku tak tahu apa-apa.

"Wong saya disini, kok tanya ke saya, kita kan udah pernah ketemu dari dulu dengan Golkar, kita sih mau saja kerjasama dengan Golkar tapi kita tidak mau bagi-bagi kursi, bagi-bagi menteri, karena rakyat tidak dapat merasakannya, kita ketemu harus mengagendakan kepentingan rakyat dan agenda negara ke depan," kata Jokowi saat ditemui di rumah dinas, Jakarta, Jumat (18/4).

Jokowi mengaku kekuatan politiknya ada pada rakyat, relawan dan kader partai yang bergerak.

"Kekuatan kita bukan serangan udara dan koalisi gemuk seperti partai lain," kata Jokowi.

"Kekuatan kita kan ada di rakyat, relawan dan kader partai yang bergerak, di situ letak semua kekuatan kita karena kita tidak punya udara dan laut seperti partai lain, kekuatan kita kan ada di relawan, mereka mengorganisir dirinya sendiri, mengorganisir kelompoknya sendiri dan banyak jumlahnya," kata Jokowi.

Jokowi berjanji akan memaparkan visi-misi tiap pekan. Dia berharap rakyat paham strateginya.

"Strateginya saya akan memaparkan visi misi tiap pekan, perminggu pertema, kalau dipaparin semuanya, bisa ditiru nanti, sebetulnya mulai minggu ini, tapi minggu ini libur," tutupnya dengan bercanda sambil menutup pintu rumahnya.

3...NAMA DIPERKIRAKAN AKAN MENDAMPINGI JOKOWI.....TETAPI HASIL SURVEY....APAKAH AKAN NAIK ATAU TURUN...BELUM JELAS

Pramono Anung: 3 nama cawapres Jokowi sudah beredar di publik


Pramono Anung: 3 nama cawapres Jokowi sudah beredar di publik



Merdeka.com - Mantan Sekjen PDIP Pramono Anung , mengatakan nama cawapres Jokowi sudah mengerucut ke tiga nama tokoh. Meski tak mau mengungkap siapa tiga nama itu, menurut dia, tiga nama itu sudah sering disebut-sebut oleh media massa.

Pramono menuturkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan akan diumumkan cawapres untuk Jokowi itu. Sebab, internal sendiri memiliki dua pandangan berbeda soal pengumuman cawapres itu.

"Dalam rangka mengerucutkan nama-nama yang sudah ada, mudah-mudahan dalam waktu dekat. Tapi memang ada dua pandangan berbeda, satu masih menunggu keputusan resmi KPU , karena kan pleno KPU 5 Mei, atau diinikan (diumumkan) sekarang," ujar Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/4).

Dia menilai tak berkompeten untuk mengungkap siapa nama-nama yang sudah beredar itu. Oleh sebab itu dia meminta agar publik menunggu pengumuman resmi partai soal cawapres Jokowi . "Mengenai siapa orangnya saya tidak berkompeten menyampaikan hal itu," imbuhnya.

Dia hanya memperkirakan bahwa pengumuman cawapres bagi Jokowi akan diumumkan jelang keputusan resmi KPU soal hasil pemilu legislatif, atau setelah ada keputusan resmi KPU . Kedua opsi itu, kata dia, ada untung dan rugi bagi PDIP .

"Dua-duanya tentu ada untung rugi. PDIP tentu menunggu berapa kursi pasti yang bisa diraih, apakah 20 persen kuota atau tidak. Koalisi dengan NasDem itu juga hal yang dipertimbangkan," ujarnya.

Pramono hanya memberikan sedikit bocoran soal cawapres Jokowi , dia mengungkapkan, tiga nama itu tidak jauh dari calon yang selama ini disebut-sebut. "Tiga nama adalah nama-nama yang sudah beredar mudah-mudahan publik akan merespon positif," ujarnya.

Diketahui, sudah muncul sejumlah nama bagi cawapres Jokowi belakangan. Yang paling santer terdengar di antaranya, Jusuf Kalla (JK), Mahfud MD , Ryamizard Ryacudu.

Sabtu, 19 April 2014

SEBAIKNYA TIDAK SALING MENYALAHKAN...AGAR KEKUATAN BERTAMBAH KUAT...JANGAN MALAH BERANTEM

PDIP Terancam Pecah Usai Puan Maharani Mengusir Jokowi dari Rumah Megawati



Jokowi vs Puan Maharani
Jokowi vs Puan Maharani. [ilustrasi]
JAKARTA (kompasislam.com) – Berita pengusiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi dari rumah kediaman Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu 9 April 2014 lalu oleh Puan Maharani semakin meluas dan PDIP terancam pecah kongsi.
Sejak pertama dilansir oleh The Jakarta Post, berita pengusiran Jokowi oleh Puan menjadi pembicaraan hangat di mana-mana. Menurut saksi yang mengetahui kejadian memalukan itu, pengusiran Jokowi dilakukan Puan yang kesal dan marah melihat sikap Jokowi yang masih saja berkelit menghindar dari tanggung jawab atas hasil perolehan suara PDIP yang jauh di bawah ekspetasi internal PDIP, yakni hanya 19%.
Hasil itu hanya sekitar 60% dari target suara yang disesumbarkan Jokowi sebelum Pemilu 2014. Kemarahan Puan yang berakhir dengan pengusiran Jokowi dari kediaman Megawati itu terjadi karena tanpa diduga Jokowi dan tim suksesnya secara gamblang dan nekat malah menyalahkan Puan Maharani atas anjloknya suara PDIP.
…Puan Maharani tanpa basa-basi langsung mengusir Jokowi ke luar rumah di hadapan puluhan kader utama PDIP yang hadir pada Rabu malam itu…
Tak mau disalahkan, Puan selaku putri Megawati dan Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) PDIP secara tegas menyebut Jokowi adalah penyebab kemerosotan suara PDIP. Berdasarkan survei LSI, prediksi hasil Pemilu jika Jokowi tidak jadi Capres adalah 24,5%.
Begitu Jokowi memaksa dan berkehendak untuk didukung secara terbuka sebagai Capres PDIP dalam Pemilu 2014, hasilnya malah menggerogoti suara PDIP menjadi hanya 19% saja, yang artinya “Jokowi Effect” sama sekali tidak benar, bahkan menimbulkan kemerosotan suara PDIP.
Sebagai Ketua Bappilu, Puan tidak dapat lagi menahan kekesalannya atas kecaman Jokowi dan tim suksesnya yang menjadikan Puan dan Bappilu PDIP sebagai kambing hitam, sehingga Puan tanpa basa-basi langsung mengusir Jokowi ke luar rumah di hadapan puluhan kader utama PDIP yang hadir pada Rabu malam itu.
Tindakan yang sangat memalukan yang diterima Jokowi dan tim suksesnya tersebut, seketika itu langsung membuat Jokowi terdiam dan bergegas keluar meninggalkan kediaman Megawati. [Khalid/anews]
- See more at: http://www.kompasislam.com/2014/04/15/pdip-terancam-pecah-usai-puan-maharani-mengusir-jokowi-dari-rumah-megawati/#sthash.4j6FmLwq.dpuf

BERITA SIMPANG SIUR...BAGAIMANA SUARAT KHABAR SEKELAS JAKARTA POST,,,BISA SALAH BERITA?

PDIP Bantah Puan Usir Jokowi dari Teuku Umar

Sebuah media nasional memberitakan Jokowi diusir Puan dari rumah Mega.

ddd
Minggu, 13 April 2014, 10:31Suryanta Bakti Susila
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Politikus PDIP Hasto Krsitiyanto saat kampanye.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Politikus PDIP Hasto Krsitiyanto saat kampanye.(VIVAnews/Rohimat Nurbaya)
VIVAnews - PDI Perjuangan (PDIP) membantah bahwa Puan Maharani memarahi dan meminta Joko Widodo meninggalkan rumah Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar pada Rabu 9 April 2014.

Tim Media DPP PDIP Eva Kusuma Sundari menyesalkan adanya pemberitaan tersebut. Setelah berita itu keluar, Eva mengaku telah mengonfirmasi Joko Widodo ihwal kabar tersebut. Jokowi mengaku tidak ketemu Puan pada hari yang disebutkan dia diusir itu. 

"Sejak coblosan saya tidak pernah ketemu lagi dengan mbak Puan hingga sekarang," kata Eva menirukan perkataan Jokowi.

Menurut Eva, fakta yang terjadi, segera setelah quick countmaka Mega bersama Jokowi melakukan evaluasi sekaligus menyusun konsep kampanye pilpres. 

"Hasil quick count diterima dengan gembira karena rakyat telah mengantar PDIP sebagai pemenang pileg walau meleset dari pencapaian target, tapi PDIP tetap sebagai pemenang pileg," ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa informasi itu sama sekali tidak benar dan tak sesuai fakta.

"PDI Perjuangan menyesalkan dan terkejut dengan pemberitaanThe Jakarta Post karena tidak sesuai dengan fakta yang ada," kata Hasto.

Menurut Hasto, saat itu Mega, Jokowi dan beberapa sahabat tidak berada di rumah di Jalan Teuku Umar, sehingga tidak ada pertemuan maupun perdebatan itu.

"Pada saat itu Ibu Megawati, Pak Jokowi, dan beberapa sahabat beliau sedang menikmati makan malam, sekaligus membicarakan hal-hal terkait dengan pelaksanaan pemilu," kata Hasto.

Hasto menyatakan, PDIP merasa difitnah dan disudutkan dengan pemberitaan media itu. 

"Kami menilai bahwa pemberitaan itu merupakan kesalahan fatal dalam pelaksanaan kaidah jurnalistik," kata Hasto.

Sebelumnya, sebuah media nasional berbahasa Inggris memberitakan bahwa Puan Maharani memarahi dan mengusir Jokowi dari rumah Mega di Jalan Teuku Umar terkait hasil pemilu yang tak sesuai target. (eh)

Rabu, 16 April 2014

WADUH..KOK GITU YAA...APA ARTINYA SEBUAH KEMANDIRIAN BANGSA? ETISKAH SANG CALON PEMIMPIN KITA BEGITU

Wow, Ini Dia Kritikan Untuk Jokowi, Terkait Dengan Pertemuan Para Dubes Asing

Wow, Ini Dia Kritikan Untuk Jokowi, Terkait Dengan Pertemuan Para Dubes AsingCalon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi bertemu dengan sejumlah duta besar termasuk Dubes Amerika Serikat (AS), Robert O’ Blacke. Pertemuan tersebut dilakukan di rumah salah seorang pengusaha yakni Jacob Soetoyo yang berada di Jalan Sircon No 73, Permata Hijau Jakarta Selatan. Jokowi juga didampingi oleh Megawati Soekarnoputri.
Pertemuan yang berlangsung tertutup itu tak ayal menimbulkan sebuah tanda tanya besar bagi sebagian kalangan. Jokowi disebut meminta dukungan terhadap sejumlah negara asing guna memuluskan jalannya menuju kursi orang nomor satu di Republik ini.
Tak sedikit kalangan yang turut melempar kritikan terhadap pertemuan Jokowi itu. Berikut beberapa kritikan yang diarahkan Jokowi terkait pertemuan dengan para Dubes negara lain:
Pertemuan tersebut tidak etis
Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra menilai pertemuan Jokowi dengan sejumlah Duta Besar dinilai tidak etis, sebab membuka penafsiran adanya intervensi asing dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden.
Iswandi yakin betul bahwa pertemuan tersebut ada kaitannya dengan pencapresan yang tengah dilakoni Jokowi. “Pertemuan tersebut tidak etis, bahkan dapat melukai rasa independensi Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat secara politik,” kata Iswandi.
ADVERTISEMENT
Harusnya Jokowi bertemu Dubes Asing setelah terpilih jadi Presiden
Pertemuan Jokowi dengan sejumlah Duta Besar Negara lain dinilai Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra merupakan tindakan yang gegabah. Sebab, pertemuan itu hanya dilakukan dengan duta besar negara yang notabene hanya memiliki kepentingan bisnis besar di Indonesia.
Meski tidak ada larangan secara eksplisit, Iswandi menyayangkan pertemuan tersebut dilakukan di saat Jokowi tengah mengikuti bursa pencapresan di Tanah Air.
Menurut dia, pertemuan itu lebih baik dilakukan saat Jokowi telah terpilih sebagai presiden.”Memang tidak ada yang melarang Jokowi bertemu siapa saja. Namun pertemuan tersebut menjadi peristiwa politik karena dilakukan Jokowi sebelum pemilihan presiden dan hanya negara yang memiliki kepentingan ekonomi besar terhadap Indonesia yang ditemuinya,” papar Iswandi.
Pertemuan itu tersirat makna AS akan dikte Pemerintahan Jokowi
Pengamat Politik Universitas Jayabaya Igor Dirgantara menilai, pertemuan tersebut tidak bisa lepas dari kepentingan Amerika di Pilpres 2014. Dirinya melihat, pertemuan itu juga memungkinkan AS bisa mendikte pemerintahan Jokowi nanti.
“Biasanya AS akan menanamkan dukungan dan pengaruh baik terhadap figur atau arah kebijakannya. Ini bentuk pendiktean AS terhadap Indonesia akan posisi strategisnya terhadap dinamika masa depan kawasan Asia Tenggara,” kata Igor dalam keterangan pers.
Igor menjelaskan, wujud nyata kepentingan AS dalam menguasai perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia sebetulnya telah terungkap dari kasus terbongkarnya penyadapan AS dan kebocoran kawat diplomatik AS oleh Edward Snowden. Karena itu, bukan AS namanya jika tidak punya agenda politik ekonomi.
Pertemuan itu jadi ajang transaksi politik dan bisnis
Pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra mengatakan pertemuan antara Megawati dan Jokowi dengan sejumlah duta besar negara asing dapat memunculkan spekulasi negatif untuk Jokowi.
“Pertemuan tersebut menjadi semacam ajang transaksi politik dan bisnis. Ini sungguh mengherankan sekali. Apalagi dikabarkan pertemuan tersebut diinisiasi oleh mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad,” ucap Iswandi.
Ditambah, lanjut Iswandi, dalam beberapa hal Indonesia dengan Malaysia sebagai negara tetangga tidak memiliki hubungan yang harmonis.
“Malaysia sebagai tetangga dalam beberapa hal memiliki hubungan tidak baik dengan Indonesia. Ada apa ini? PDIP sebagai partai yang mengusung ideologi nasionalisme justru seperti membuka diri untuk diintervensi asing,” tuturnya.

4.PEMBANDING LEMBAGA SURVEY UNTUK HASIL PILEG...2014

Hasil Lengkap Hitung Cepat Pemilu 4 Lembaga Survei

Kamis, 10 April 2014 | 11:44 WIB
Hasil Lengkap Hitung Cepat Pemilu 4 Lembaga Survei
Hasil exit Poll dari Populi Center. Dalam survei exit poll sementara itu PDI Perjuangan, Rabu (9/4).
TEMPO.CO, Jakarta - Hasil hitung cepat empat lembaga survei menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan duduk di peringkat pertama dengan rata-rata suara 19 persen. Perolehan suara itu tidak sesuai dengan target Partai Banteng yang di atas 20 persen. Hasil quick count menunjukkan PDI Perjuangan harus menggandeng partai lain dalam koalisi untuk meloloskan calon presidennya, Joko Widodo. (Baca juga: Apa Sebab Suara Demokrat dan PKS Jeblok)

Dengan siapa kubu Megawati akan berkoalisi? Berikut hasil akhir hitung cepat empat lembaga survei, yakni CSIS-CYRUS, SMRC-LSI, Indikator, dan Lingkar Survei Indonesia:

CSIS-CYRUS
Total sampel:97,2 %
1. PDIP: 19%
2. Golkar: 14,3%
3. Gerindra: 11,8%
4. Demokrat: 9,6%
5. PKB: 9,2%
6. PAN : 7,4%
7. PKS : 6,9%
8. PPP : 6,6%
9. Nasdem : 6,8%
10. Hanura : 5,5%
11. PBB : 1,6%
12. PKPI : 1,1%

SMRC-LSI
Total sampel: 97,4%
1. PDIP: 18,98%
2. Golkar: 14,88%
3. Gerindra: 11,93%
4. Demokrat: 10,02%
5. PKB: 9,08%
6. PAN : 7,7%
7. PKS : 6,9%
8. PPP : 6,3%
9. Nasdem : 6,6%
10. Hanura : 5,2%
11. PBB : 1,4%
12. PKPI : 1,0%

Lingkar Survei Indonesia
Total Sampel; 96,6%
1. PDIP: 19,72%
2. Golkar: 14,57%
3. Gerindra: 11,58%
4. Demokrat: 10,4%
5. PKB: 9,09%
6. PAN : 7,4%
7. PKS : 6,6%
8. PPP : 7,0%
9. Nasdem : 6,4%
10. Hanura : 5,2%
11. PBB : 1,4%
12. PKPI : 1,0%

Indikator Politik Indonesia
Total sampel: 97,4%
1. PDIP: 19,7%
2. Golkar: 14,63%
3. Gerindra: 12,27%
4. Demokrat: 10,0%
5. PKB: 9,1%
6. PAN : 7,3%
7. PKS : 6,9%
8. PPP : 6,4%
9. Nasdem : 6,9%
10. Hanura : 5,4%
11. PBB : 1,5%
12. PKPI : 0,9%

KALAU DI TINGGAL BISA BERBELOK ARAH...DAN BISA MENGGEMBOSI...DALAM DUANIA POLITIK SUDAH BIASA...ADA BAIKNYA BERKAWAN DENGAN LEBIH SANTUN

Fan Rhoma: Ada Gelagat Rhoma Akan Ditinggal  

Minggu, 13 April 2014 | 18:56 WIB
Fan Rhoma: Ada Gelagat Rhoma Akan Ditinggal   
Calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa Rhoma Irama saat berkampanye di kawasan Cipedak, Jakarta, Sabtu (29/3). TEMPO/Gunawan Wicaksono
TEMPO.CO, Surabaya - Ketua Umum Fans of Rhoma and Soneta (Forsa) Surya Aka Syahnagra meminta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskadar konsisten dengan janjinya yang akan mengusung Rhoma Irama sebagai calon presiden. Meski perolehan suara PKB dalam pemilu ini memperkecil peluang mereka untuk mencapreskan Rhoma, tetapi menurut Surya, kesempatan untuk mendorong pentolan grup musik dangdut Soneta itu sebagai cawapres masih terbuka.
"Jangan sampai Cak Imin (sapaan Muhaimin) malah menambah cawapres baru. Ini menyinggung fan Rhoma yang telah memberi kontribusi besar pada PKB di pemilu kali ini," kata Surya saat dihubungi, Ahad, 13 April 2014.

Surya kecewa karena ada gelagat Muhaimin dan PKB akan meninggalkan Rhoma dalam penentuan capres maupun cawapres. Surya juga menilai mulai ada elite PKB yang berusaha mendegradasi peran Rhoma dalam masa kampanye kemarin. Salah satunya dengan mengusung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud Md., dan Muhaimin sendiri untuk ditawarkan sebagai pendamping capres tertentu.

"Memang semua belum pasti. Kami masih percaya Cak Imin bersama DPP PKB akan konsisten. Koalisi dengan bacapres manapun kami serahkan ke DPP, fan Rhoma yang jumlahnya tidak sedikit siap mendukung," ujar Surya yang juga orang dekat Rhoma.

Menurut Surya, pada Jumat sore, 11 April 2014, Muhaimin telah bertemu Rhoma. Muhaimin memberi tahu bahwa dirinya akan melakukan safari politik ke parpol lain untuk menjajaki koalisi. Hanya saja, kata Surya, dalam penjajakan koalisi itu memunculkan nama cawapres di luar Rhoma. "Malah ada media yang menyebut Rhoma tidak masuk yang ditawarkan," kata Surya.

Rhoma, kata Surya, sadar bahwa naiknya suara PKB hingga 100 persen dibandingkan pemilu lima tahun lalu bukan faktor dia sendirian. Semua komponen PKB dan Nahdlatul Ulama (NU) juga punya peran besar. Namun sejak awal, kata Surya, Muhaimin meminang Rhoma untuk diusung sebagai capres. "Kalau Rhoma ditinggal, ratusan ribu fan akan kecewa dan sakit hati," kata dia.

Rhoma sendiri, menurut Surya, masih menaruh kepercayaan pada Muhaimin. Rhoma juga meminta agar pendukungnya tenang serta mengikuti perkembangan politik yang terjadi. "Tapi kami sebagai fan membaca ada gelagat bahwa Bang Rhoma akan ditinggal. Boleh dibilang Bang Rhoma telah berkeringat buat PKB pada pemilu kemarin," kata Surya.

KUKUH S. WIBOWO

TAHUN SHIO KUDA ....GAK COCOK UNTUK 2014?...APAKAH ANDA PUNYA SHIO LAIN...DAN SIAP MENANG DI CAPRES 2014...TAMPAKNYA...RAMALAN KI KUSUMO AKAN MENJADI NYATA

Ki Kusumo: Peluang Jokowi Nyapres Akan Mirip Obama

Ki Kusumo: Peluang Jokowi Nyapres Akan Mirip Obama
Ki Kusumo. TEMPO/Nurdiansah
TEMPO.CO, Jakarta - Jokowi dinilai sebagai sosok pemimpin yang tekun. Peluangnya untuk menduduki jabatan sentral akan mudah. Penerimaan masyarakat pun akan sangat mendukungnya.

Produser dan penasihat spiritual, Ki Kusumo, menilai peluang Jokowi dalam pemilu mendatang cukup besar. Namun, dari prediksinya, Ki Kusumo mengatakan 2014 bukan saat yang tepat bagi Jokowi untuk jadi pemimpin.

"Belum saatnya, baiknya benahi Jakarta dulu. Dia itu pemimpin yang tekun, akan ada waktu untuk Jokowi," ujar Ki Kusumo santai saat ditemui di kediamannya di Perumahan Kemang Pratama, Bekasi, pada Kamis, 19 Desember 2013.

Ki Kusumo menilai sisi baik Jokowi terlihat dari struktur mukanya. "Jokowi itu memiliki tipe wajah tikus dengan analogi tikus itu merupakan hewan yang bisa bertahan dalam kondisi apa pun," ujarnya.

Pria bertubuh tinggi-besar ini mengatakan, Jokowi punya peluang dan bisa sukses mirip dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Apalagi, seperti yang dijelaskan Ki Kusumo, Jokowi adalah orang yang memiliki tipe muka tikus, yang berarti akan bisa bertahan dan berusaha.

"Tikus berbeda dengan binatang lainnya, hanya tikus yang mampu bertahan hidup dalam kondisi cuaca buruk sekalipun," Ki Kusumo menegaskan.

Selain Jokowi, pemimpin yang dinilai bertipe muka tikus adalah Barack Obama. Orang-orang yang memiliki muka dengan tipe tikus dinilai sebagai orang-orang yang bisa dipercaya karena kerja kerasnya dalam menyelesaikan tanggung jawab.

"Tetapi, yang perlu diingat, 2014, tahun kuda yang kurang bagus untuk shio tikus, macan, dan naga. Nah, saya kira ada pertimbangan begini juga untuk Jokowi apabila dia nyapres," ujarnya.

PUISI UNTUK SIAPA?....ZATIRE....ATAUKAN SEBUAH KENYATAAN......

Puisi Fadli Zon sindiran untuk Jokowi

Raisopopo
Aku raisopopo
seperti wayang digerakkan dalang
cerita sejuta harapan
menjual mimpi tanpa kenyataan
berselimut citra fatamorgana
dan kau terkesima


Puisi Fadli Zon sindiran untuk Jokowi
Foto Fadli Zon
Aku raisopopo
menari di gendang tuan
melenggok tanpa tujuan
berjalan dari gang hingga comberan
menabuh genderang blusukan
kadang menumpang bus karatan
diantara banjir dan kemacetan
semua jadi liputan
menyihir dunia maya
dan kau terkesima


Aku raisopopo

hanya bisa berkata rapopo

the tradition leader...saatnya Prabowo the real Presiden 2014


saatnya kita mendukung prabowo menjadi presiden 2014.

kita bukan negara boneka yang seenaknya diperlakukan negri asing....rakyat yang miskin akan semakin miskin karena pengelolaan negara yang miring ke kapitalistic.

kini saatnya sosialisme pancasila tumbuh dan berkembang di bumi INDONESIA.

PILIH PRABOWO...agar Indonesia makmur.

nelayan...petani...buruh makmur dan sejahtera 

Selasa, 15 April 2014

3. SKENARIO VERSI SYAIFUL MUJANI?....BENARKAH...ATAU ADA VERSI LAIN CAPRES 2014 YAD

Ada 3 Skenario Koalisi Partai Versi SMRC



Acara diskusi skenario koalisi partai politik (ANTARA/Widodo S Jusuf)
Jakarta, GATRAnews - Koalisi partai politik pasca pemilu legislatif 9 Juli diprediksi bakal melahirkan tiga skenario. Koalisi pertama, yang disebut Gotong Royong Perjuangan Bangsa, meliputi PDIP, PKB, dan NasDem. "Ini sudah kelihatan faktanya." Demikian prediksi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), berdasarkan survei.

Menurut Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif SMRC, saat merilis hasil survei bertema "Tiga Skenario Koalisi Capres Pilpres 2014", di Jakarta, Minggu (13/4), skenario kedua adalah koalisi Gerakan Amanat Indonesia, yang bakal diusung dua partai, yakni Partai Gerindra dan PAN. Dan ketiga, koalisi Karya Demokrat yang dibangun Partai Golkar dan Demokrat.

Dari tiga koalisi tersebut, kata Djayadi, SMRC juga meprediksi hanya akan memunculkan tiga pasang capres-cawapres. Capresnya adalah Joko Widodo (Jokowi) dari Gotong Royong Perjuangan Bangsa yang diusung PDI Perjuangan, PKB, dan NasDem.

Capres kedua, Prabowo Subianto dari koalisi Gerakan Amanat Indonesia yang terdiri dari Gerindra dan PAN yang juga merpresentasikan tokoh Islam. Capres ketiga, adalah Aburizal Bakrie (ARB) dari koalisi Karya Demokrat yang dibangun Golkar dan Demokrat.

"Golkar itu secara tegas sampaikan ke PDI Perjuangan, masih akan mencoba ajukan capres sendiri, walaupun akhirnya jika kalah mereka akan bergabung dengan PDI Perjuangan di pemerintahan," kata Djayadi.

Dinamika politik masih terus berkambang, tandas Djayadi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan lahir lagi satu koalisi dan menambah satu pasangan capres-cawapres yang akan masuk ring pilpres mendatang. "Masih mungkin ada empat pasangan, karena ini masih dinamis,” tambah Djayadi. (IS)

TAMU UNTUK NAMFREL INDONESIA....EUROPE MISSION ON LINE


Eropa delegasi : INDONESIA MEMANG NEGRI DEMOKRASI TERBESAR DI ASIA...NO 2 SETELAH AMERIKA.

CAPRES ...GARUDA SAKTI...DUKUNGAN ANDA...PERJUANGAN KITA BERSAMA...UNTUK INDONESIA RAYA


JANGAN LUPA.....SUARA ANDA MENENTUKAN..PEROBAHAN INDONESIA RAYA...MOHON DUKUNG KAMI.

SAATNYA GARUDA TERBANG KE ANGKASA YANG TINGGI...ITULAH INDONESIA


KEPADA RELAWAN GARUDA SAKTI...KAMI MENYERUKAN KEPADA ANDA DIMANAPUN ANDA BERADA....PILIHLAH PRABOWO SEBAGAI CAPRES ANDA...SEMOGA TUHAN YANG MAHA ESA MERIDHOI...AMIN.3X

VISIONER DIPERLUKAN BAGI PEMIMPIN INDONESIA KEDEPAN


KOMNITAS "GARUDA SAKTI" MENDUKUNG PRABOWO SEBAGAI CAPRES YANG PATUT KITA PILIH.NEGARA KITA MEMERLUKAN PRESIDEN YANG BERANI,DEKAT DENGAN PETANI,NELAYAN DAN BURUH. ADALAH KEKUATAN BANGSA DALAM MENOPANG EKONOMI REAL.